Ngebolang alias traveling sendiri itu memang menyenangkan. Anda tidak harus berkompromi mengikuti kemauan siapa-siapa, dan bebas menentukan ke mana Anda akan melangkah. Meski sendiri, traveling solo juga tidak identik dengan kesepian, kok. Justru karena sedang sendiri inilah Anda dapat fokus mengenal teman-teman baru di perjalananan alih-alih nempel terus sama teman satu gengmu. Selain itu, ada sejumlah alasan lain yang pernah Guest House Indonesia tulis sebelumnya di artikel ini.

Bagi mereka yang belum pernah mencoba sendiri serunya traveling solo, pasti ada perasaan takut dan cemas; rasa takut saat hanya dirimu sendiri yang sudah pasti dapat Anda andalkan di tengah negeri gabah. Itu manusiawi kok, Namun jangan dituruti juga. Pastikan tidak sampai ketakutan itu mencegahmu pergi berpetualang. Nah, agar kegiatan travelingmu tetap aman dan nyaman, simak tips dari kami berikut ini dan praktekkan!

1. Sebelum meninggalkan rumah, wajib hukumnya meriset harga tiket, pilihan penginapan, jam operasional transportasi umum, serta detil seperti tempat rawan kejahatan dan modus pencopetan.

Lakukan riset terlebih dulu tentang semuanya: harga tiket menuju ke tempat tujuan Anda, akomodasi, tarif dan jam operasional transportasi umum di sana, rute dan harga tiket masuk ke tempat wisata dan pokoknya semuanya. Beruntunglah karna terlahir teknologi internet, karena dapat mengunjungi blog-blog traveler untuk menemukan patokan jadi lebih mudah.
Anda juga dapat melemparkan pertanyaan ke forum yang penting, misalnya ke forum backpacker. Atau, jika Anda punya teman yang pernah mengunjungi destinasi liburanmu, jangan ragu untuk bertanya pada mereka.

2. Buatlah anggaran serta rencana perjalanan selengkap mungkin, dengan perkiraan waktu perjalanan dan uang yang perlu Anda sisihkan.

Anggaran dan rencana perjalanan adalah panduanmu selama perjalanan berlangsung. Ingat, lho, Anda sendiri, jadi tidak mungkin Anda tanya, “Habis ini kita ke mana, ya?”
Dalam panduanmu itu, pastikan Anda sudah mendetilkan rencana perjalanan dari awal bangun pagi hingga kembali lagi ke penginapan. Rencanakan, mau naik apa untuk pindah dari destinasi wisata yang satu ke destinasi yang lainnya? Berapa uang yang harus disisihkan untuk makan?

Namanya panduan, tentu tidak wajib Anda jalani seratus persen. Asyik juga bukan jika Anda menemukan hal seru yang tidak terduga selama di jalan, atau diajak orang lokal berkunjung ke rumahnya? Tapi setidaknya, jika sudah punya panduan mau ke mana hari itu, Anda akan selalu punya pilihan mau melangkahkan kaki ke mana setelah satu destinasi wisata habis Anda jelajahi.

3. Belajar cara packing seringan mungkin. Ingat, tidak akan ada yang membantu membawa barang bawaanmu.

Sebagai backpacker solo, mau tidak mau Anda mesti menenteng semua barangmu sendiri, terutama saat bergerak dari dan menuju tempat menginap maupun berpindah kota. Nah, mempraktekkan untuk membawa beban seringan mungkin ini memang gampang-gampang susah. Seringkali Anda tergoda buat membawa barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan, sehingga berakhir dengan bawaan yang kebanyakan.
Beban yang ringan membuat Anda gampang bermanuver dari satu tempat ke tempat lain. Jumlah bawaan memang tergantung dari lamanya perjalananmu, Namun hindari membawa stok pakaian untuk lebih dari seminggu. Toh dapat Anda cuci, ‘kan? Membawa beban yang ringan juga membuatmu tidak terlalu tampak seperti turis yang mudah jadi target penipuan.

4. Mumpung sendiri, saatnya mencoba traveling ala Couchsurfing dan memperluas jejaring dengan numpang di tempat orang.

Couchsurfing adalah situs jejaring di mana Anda dapat menemukan sesama traveler dari berbagai belahan dunia yang menyediakan rumahnya sebagai tempat singgah traveler lain. Lewat Couchsurfing, Anda dapat berinteraksi langsung dengan warga lokal sekaligus mendapatkan tempat menginap gratis. Malah, kalau si tuan rumah lagi tidak sibuk, Anda berkesempatan untuk diajak jalan-jalan dengan tour guide terpercaya, yaitu mereka sendiri. Jangan khawatir, Couchsurfing ini termasuk sangat aman kok. Sebelum menentukan Anda mau menginap di mana, Anda dapat mengecek testimoni-testimoni orang lain yang pernah mampir di rumah mereka. Anda juga dapat menggunakan Couchsurfing untuk liburan ke mana saja, tidak harus ke luar negeri. Banyak juga Couchsurfer sesama orang Indonesia yang akan bersedia menampungmu.

Saat traveling sendiri, berjejaring ala Couchsurfing ini dapat jadi andalan. Selain Anda tidak makan tempat karena cuma sendiri, Anda juga dapat lebih intim dalam berinteraksi. Coba kalau Anda datang berombongan, belum tentu Anda diterima buat singgah di rumah orang, dapat tekortuan rumahnya. Selain Couchsurfing, sebagian anggota forum komunitas backpacker lokal juga biasanya mau menyediakan tempat singgah buatmu.

5. Baiklah kalau Anda tak mau menumpang di tempat orang. Kalau begitu, temukan penginapan ala hostel yang punya ruang bersama.

Anda akan sulit menemukan sesama solo traveler jika tinggal di hotel yang privat. Coba aja pilih hostel yang menyediakan dorm, homogen maupun campur, yang lengkap dengan ruang komunal seperti dapur maupun ruang rekreasi. Di sanalah Anda akan menemukan sesama traveler yang dapat diajak kenalan dan berbagi cerita. Siapa tahu, Anda menemukan teman yang satu tujuan sehingga dapat dijadikan rekan perjalanan untuk sementara?

6. Usahakan Anda sampai ke kota tujuanmu di siang hari. Dengan ini, mencari penginapan akan lebih mudah — keliling kota pun lebih aman.

Dengan sampai di saat hari terang, kerepotan-kerepotan yang kadang tidak diperlukan dapat dihindari. Misalnya, Anda tidak repot cari angkutan umum untuk menuju tempat Anda menginap. Resepsionis penginapan juga pasti buka, jadi Anda tidak perlu terpaksa tidur di stasiun atau terminal. Atau, jika Anda dijemput dan numpang di tempat orang, setidaknya Anda dapat menghindari rasa tidak enak seperti bila Anda sampai larut malam atau dini hari. Selain itu, Anda juga dapat mentidakali penginapan dengan tidur selama perjalanan di malam hari dan sampai esok harinya. Kota asing yang baru pertama kali Anda singgahi juga terlihat lebih aman di siang hari.

7. Sebelum sampai ke kota tujuan, bikin peta kecil berisi jalan menuju penginapan agar Anda tidak terlihat celingukan di tempat asing.

Sesampainya di kota tujuan, hindari terlihat celingukan kayak turis di tempat asing. Bertindaklah layaknya warga lokal yang udah mengenal medan. Hindari membuka peta yang lebarnya segede gaban atau kitab tebal Lonely Planet yang Anda beli mahal-mahal di toko buku terkenal. Aplikasi map di smartphonemu dapat dipakai sebagai penunjuk arah. Atau, persiapkan beberapa peta kecil sederhana di secarik kertas notes yang masing-masing menunjukkan arah menuju penginapan maupun tempat-tempat wisata yang akan Anda tuju. Hal ini membuat Anda tidak tampak mencolok, terutama kalau Anda sedang berjalan kaki.

8. Pisahkan uang tunai dan kartu ATM Anda. Sediakan softcopydan hardcopy dari dokumen-dokumen pentingmu.

Selama jalan-jalan, simpan uang tunai dan kartu debit atau kredit—kalau punya lebih dari satu—di tempat yang berbeda, misalnya sembunyikan di sabuk atau kaos kaki. Tinggalkan juga sejumlah uang tunai dan kartu ATM cadangan di dalam tas yang Anda tinggal di loker penginapan. Seandainya dompetmu hilang atau kecopetan, Anda tidak terlalu panik karena punya cadangannya.

Penting juga buat punya softcopy dan hardcopy dari surat-surat penting, seperti paspor, KTP dan tanda pengenal lainnya. Simpan sebagian hardcopy di keril, dan unggah softcopy ke cloud biar dapat Anda akses dari mana saja.

9. Catat nomor telepon penting dari kota yang Anda kunjungi. Simpan pula nomor telepon orang-orang terdekat sebagai kontak darurat.

Penting banget buat mencatat nomor-nomor telepon penting kota yang Anda singgahi, terutama tempat menginap, polisi dan rumah sakit. Dan jangan cuma dicatat di HP aja, catat juga di secarik kertas. Catat juga nomor telepon orang-orang terdekat lalu simpan di dompet, tas, dan sakumu. Secarik kertas ini dapat sangat berguna jika terjadi sesuatu sama Anda, misalnya tiba-tiba pingsan atau kecelakaan, biar orang yang menolongmu dapat langsung mengabari mereka.
Ya, semoga saja Anda tidak pernah mengalami kejadian seperti itu. Tapi antisipasi sebelum kejadian juga tidak ada salahnya, juga kan?

10. Saat traveling sendiri, jadi banci sosmed justru sangat disarankan. Bukan untuk pamer, namun untuk memberi petunjuk pada keluargamu seandainya terjadi sesuatu padamu.

Lakukan live tweet atau update status di jejaring sosial semua kegiatanmu selama melakukan solo traveling, kalo perlu disertai lokasinya. Bukannya buat pamer, Namun kalo terjadi apa-apa sama Anda atau tiba-tiba Anda tidak dapat dihubungi, orang-orang terdekatmu tahu ke mana mereka mesti mulai mencari. Sekali lagi, bukan berarti traveling sendiri itu berbahaya; ini adalah antisipasi demi kenyamananmu bepergian sendiri.

Kalau menurutmu cara itu terlalu mencolok, setidaknya kabari mereka lewat pesan singkat. Bahkan, Anda juga disarankan untuk mengirimkan detil itinerary perjalananmu pada mereka. Jadi, posisimu dapat selalu terpantau.

11. Penting bagimu untuk selalu mengingat momen ini. Jangan cuma mengambil foto pemandangan, lawan rasa gengsimu danselfie-lah sesekali.

Keluarga dan teman-temanmu pasti lebih suka melihat foto liburan yang tampak Andanya. Jadi, selain mengambil banyak foto pemandangan, landmark, dan tempat-tempat wisata, tidak ada salahnya berfoto selfie sesekali. Toh, tidak ada yang bakal fotoin Anda kalo bukan Anda sendiri, juga kan?

12. Anda akan bertemu orang-orang baik di perjalanan. Namun, dirimu tetaplah satu-satunya orang yang dapat Anda andalkan. Ikuti naluri — tetap hati-hati. Semoga perjalananmu lancar.

Traveling sendiri itu punya banyak arti. Jika sebelumnya Anda terbiasa mengandalkan orang lain selama traveling, inilah saatnya Anda berusaha sendiri. Selain belajar menaklukkan diri sendiri, Anda juga belajar mendengarkan naluri. Sebagian besar orang tentu berniat baik padamu. Tapi, jangan gampang percaya sama orang lain. Satu-satunya yang dapat Anda percaya adalah dirimu sendiri. Makanya, mendengarkan nalurimu itu penting. Ketika sesuatu terasa tidak beres, sebaiknya segera menghindar dan pergi dari sana.

Nah, dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat traveling sendiri secara aman dan nyaman. Gak ada yang perlu ditakutkan dengan traveling sendiri. Begitu Anda mencobanya, Anda akan ketagihan.
Nah, apakah Anda punya tips lain yang dapat dibagikan ke pembaca? Yuk, ungkapkan aja di kolom komentar!

Guest House Indonesia / Homestay Murah Jogja / Homestay Jogja / Guest House Jogja / Tips Yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Berangkat Traveling Sendirian